Reaksi Cepat Hama Wereng Coklat, IPB Terjunkan Ratusan Relawan Mahasiswa

Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB menggelar Launching dan Focus Group Discussion terkait Reaksi Cepat Tanggap Pengendalian Wereng Coklat di Lapangan. Acara digelar di Ruang Sidang Rektor, Kampus IPB Dramaga, Bogor (13/6).

Ketua Departemen Proteksi Tanaman, Dr. Suryo Wiyono, menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh situasi darurat yang didapat dari survei lapang yang dilakukan oleh petani mitra IPB. Para petani mitra IPB ini melaporkan serangan wereng cokelat dan virus kerdil hampa sudah terjadi di berbagai daerah di Pulau Jawa, baik Jawa Timur meliputi Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro; Jawa Tengah meliputi Blora, Pati, Kudus, Semarang, Sragen, Karang Anyar, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap; Jawa Barat meliputi Indramayu, Subang dan Karawang.

 Penanaman yang terus-menerus dan penggunaan pestisida yang salah dengan frekwensi yang tinggi merupakan faktor utama pemicu ledakan hama saat ini. Untuk itu IPB akan terjunkan 279 relawan mahasiswa S1, S2 dan S3 dalam memberikan reaksi cepat terhadap masalah wereng yang sedang mengganas di berbagai tempat. Ratusan relawan ini akan menjangkau 100 kabupaten dan 21 provinsi. Selain itu, IPB memberikan saran bagi berbagai pihak tentang pengelolaan wereng cokelat, menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi dan pengalaman tentang pengendalian wereng cokelat.

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, menyampaikan keprihatinannya mendapat laporan terkait serangan wereng coklat di berbagai daerah. Rektor menyampaikan penghargaan atas kerjasama berbagai pihak yang peduli sehingga laporan sangat cepat diterima. Selanjutnya ia menyampaikan agar sahabat petani yang mempunyai  pikiran maju, untuk melaksanakan prinsip pertanian terpadu.  “Inovasi Lekanisilium yang akan dibagikan informasinya kepada petani, merupakan inovasi yang dapat berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

 Kepada 279 mahasiswa yang akan terjun ke lapangan, rektor berpesan agar selalu semangat untuk menjadi kader-kader pembangunan pertanian guna menghadirkan solusi untuk petani.

 Narasumber yang hadir dalam rangka memberi solusi untuk para petani adalah Dr.Hermanu Triwidodo dari Departemen Proteksi Tanaman Faperta IPB dan Prof. Dr. Andi Trisyono dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).(dh)

 

Download PDF : Reaksi Cepat Hama Wereng Coklat, IPB Terjunkan Ratusan Relawan Mahasiswa