Mahasiswa IPB Hasilkan Biopelet dari Limbah Batang Sorgum

Limbah yang dihasilkan oleh tanaman sorgum berupa batang dan daun dapat mencapai 85 persen dan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Tentu ini sangat disayangkan mengingat potensi limbah batang sorgum yang sangat potensial untuk diolah menjadi biopelet. Harga biopelet ternyata sangat menggiurkan, yakni berkisar Rp 620 ribu – Rp 900 ribu dengan berat kurang lebih 850 gram.

Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Syahrul Ilmi dari Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan (Fahutan). Syahrul melakukan penelitian yang berjudul “Biopelet dari Limbah Batang Sorgum” yang bertujuan untuk menentukan mutu serta menganalisis sifat termal biopelet yang ada pada limbah batang sorgum dengan cara difortifikasi (proses penambahan zat gizi) dengan kulit mangium dan di-peletisasi pada beragam suhu pengempaan.

Penelitian ini bukan tanpa alasan. Mengingat saat ini sumber energi yang ada di Indonesia masih bergantung pada bahan bakar fosil. Sementara ketersediaannya terbatas dan terus berkurang. Tanaman sorgum ini merupakan tanaman yang banyak menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan menjadi energi, termasuk dengan cara mengolahnya menjadi biopelet yang dapat dijadikan sumber energi alternatif bahan bakar minyak berbasis limbah biomassa.

Sorgum sebagai salah satu tumbuhan serealia penghasil biomassa yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman penghasil biomassa lainnya. Tanaman sorgum ini juga mampu bertahan pada kondisi tanah yang kering maupun tergenang air serta mampu berproduksi pada tanah yang miskin unsur hara. Inilah sebabnya sorgum memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan terutama limbahnya yang melimpah.

Syahrul membuat biopelet ini dengan cara menggunakan pelet mill. Dalam proses pembuatannya batang sorgum dicacah, dikeringkan, dan digiling dengan disc mill, kemudian disaring untuk mendapatkan ukuran serbuk 20-40 mesh. Serbuk kemudian dicetak menjadi pelet yang dapat dimanfaatkan.

Lalu, buat apa kulit mangium ini? ternyata penambahan kulit mangium ini dapat menambah sedikit nilai kalor yang ada pada biopelet. Nilai kalor yang diperoleh dari penambahan kulit mangium berkisar antara 3782-4730 kkal/kg. Perolehan nilai kalor terbesar diperoleh pada perlakuan fortifikasi kulit kayu dengan kadar 30 persen, sedangkan nilai kalor terendah diperoleh saat limbah batang sorgum tidak diberikan fortifikasi kulit kayu mangium.

Harapannya ke depan potensi limbah sorgum ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biopelet yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang murah dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu pengolahan limbah batang sorgum ini juga dapat digunakan untuk membuka peluang bisnis baru, melihat harga jualnya yang sangat menggiurkan.(SM)

 

Download PDF : Mahasiswa IPB Hasilkan Biopelet dari Limbah Batang Sorgum