Mina Eco-label, Sertifikasi Pemasaran Produk Perikanan Tangkap

Salah satu upaya agar produk perikanan tangkap memenuhi standar ekspor dan lestari, mahasiswi Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (ESL FEM IPB), Amalia Erlynandita Puspa Hapsari mencetuskan sistem sertifikasi pemasaran produk perikanan tangkap berbasis blue economy yang dikenal Mina Eco-label. Sistem ini juga dapat meningkatkan daya saing di pasar internasional. Terlebih selama ini produk perikanan tangkap Indonesia sering ditolak pasar Eropa dan Amerika, karena belum memenuhi standar mereka.

 Amalia berharap dengan Mina Eco -label Indonesia dapat menguasai pasar ikan dan produk perikanan internasional.  “Saya tertarik dengan implementasi kebijakan blue economy dan pelarangan penggunaan alat tangkap destruktif. Ide aplikatif ini mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Keuntungannya nilai jual produk perikanan Indonesia dapat meningkat. Rantai pasok pada sektor perikanan menjadi lebih efektif,” jelas Peneliti Unit Kegiatan Mahasiswa, Forum for Scientific Studies (UKM Forces) IPB ini.

 Menurut Amalia, sebelumnya Food and Agriculture Organization (FAO) sudah membuat sistem serupa bernama Fisheries Ecolabel dan di Jepang dikenal dengan Marine Eco-label Japan (MEL). Sementara Eco-label di Indonesia baru disematkan pada industri perkayuan yang dikenal dengan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu  (SVLK). Sejauh ini cukup efektif membangun usaha sektor kayu agar sustainable dan ramah lingkungan.

 Ide ini berhasil membawa Amalia memperoleh Juara Regional dan menjadi finalis tingkat nasional Kompetisi Menulis kategori Humaniora, Budaya dan Ilmu Sosial yang diselenggarakan Djarum Beasiswa Plus, Djarum Foundation Bakti pada Negeri. Insentif yang diperoleh, membantu Amalia dalam membiayai riset selanjutnya. Ia berpesan pada mahasiswa lainnya,  jangan pernah lelah berkarya, karena melalui karya mahasiswa telah memberikan sumbangsih bagi Indonesia.  “Sudah saatnya kita bergerak menjadi agen of change dan problem solver melalui ide serta inovasi. Teruslah berkarya, bukan hanya sekedar inovasi tetapi bakti dari hati! Semangat membangun pertanian Indonesia,” tutupnya. (Farliani)

Download PDF : Mina Eco-label, Sertifikasi Pemasaran Produk Perikanan Tangkap