Mahasiswa IPB Manfaatkan Gabungan Aromaterapi untuk Cegah Hama Gudang

Hasil komoditi hortikultura merupakan salah satu faktor penting dalam suatu negara. Karena ketahanan pangan suatu negara dapat menentukan keberlangsungan hidup masyarakat di suatu negara. Indonesia sendiri berupaya keras dalam pemenuhan swasembada pangan dimana hingga saat ini pun komoditas hortikultura masih sebagian besar diperoleh dari negara lain.

            Tidak ingin hanya menjadi penonton saja sekelompok mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) 2017 membuat sebuah inovasi berupa kantung penyimpan produk pascapanen yang tahan terhadap vektor perusak. Kelompok yang terdiri atas Warja Surya Atmaja, Tina Bestari Meiliani, Jeki Putra, Dani Febrianti Prihatin dan Riska Mardiana ini berharap bahwa hasil penelitian yang dilakukannya dapat memberikan alternatif pengendalian hama gudang di Indonesia.

            Pengendalian agen perusak produk sangat diperlukan setelah pascapanen. Pada proses penyimpanan hama seperti serangga, tungau, tikus dan cendawan dapat menggerogoti produk yang disimpan di gudang yang pada akhirnya menimbulkan kerugian. Kerusakan pada saat pascapanen yang disebabkan hama gudang dapat mencapai 15 persen. Beberapa upaya dalam pengendalian hama gudang yang telah ada seperti menggunakan fumigasi (gas semprot), pemberian insekstisida dengan menempatkaan langsung kedalam karung penyimpanan, ataupun pemberian insektisida berupa cairan dan bubuk pada karung tidaklah begitu baik bila dilakukan dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan resistensi hama, kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan serta meninggalkan sisa insektisida pada produk.

            Penelitian yang dilakukan di Laboratorium Ekologi Hama, Departemen Proteksi Tanaman IPB ini menggunakan menggunakan bahan pestisida alami seperti kulit jeruk lemon, bunga cengkih, daun mint, daun sirsak, dan serai. Bahan-bahan tersebut dicampurkan pada karung goni yang akan digunakan sebagai bahan penelitian. Pemberian bahan pestisida bervariasi mulai dari pencelupan karung goni terhadap campuran bahan alami dengan aseton, menaburkan bahan alami yang telah dikeringkan pada permukaan karung goni serta menyemprotkan cairan bahan alami tadi terhadap karung goni.

            Pemilihan bahan alami tersebut didasarkan pada kandungan zat yang terdapat pada bahan alami tersebut. Minyak atsiri yang terkandung pada bahan-bahan tersebut merupakan target utama guna mengendalikan hama gudang. Tanaman cengkih memiliki senyawa eugenol yang dapat menghambat aktivitas makan pada hama gudang. Selain itu, senyawa limonen yang terdapat pada lemon serta senyawa annonasin yang terdapat daun sirsak yang dapat menghambat aktivitas larva hama. Lalu untuk senyawa yang terdapat pada daun mint dan serai memiliki kemampuan untuk menolak serangga karena wanginya yang menyengat.

            Adapun kelebihan dalam penggunaan bahan alami sebagai bahan baku pestisida. ”Penggunaan bahan alami sebagai sumber pestisida memiliki beberapa kelebihan, diantaranya tidak menimbulkan resitensi, mudah terdegradasi, memiliki selektivitas yang tinggi, dan relatif tidak beracun terhadap manusia,” ujar Warja yang merupakan ketua kelompok PKM. (GG/ris)

           

CP Warja Sunarya Atmaja/ Hp 089610199914

Download PDF : Mahasiswa IPB Manfaatkan Gabungan Aromaterapi untuk Cegah Hama Gudang