Mahasiswa IPB Manfaatkan Tanaman Paku Sebagai Pengendali Penyakit Hawar Seludang

Terpacu program pemerintah tersebut, sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) ikut berkontribusi untuk membuat penelitian mengenai peningkatan produktivitas pangan melalui pengendalian penyakit tanaman. Kelompok tim PKM-P tersebut terdiri atas :Prayogo Probo Asmoro, Kholil Ma’ruf, Rina Wulansari, Wahyu Ridwan Nanta dan Natassa Kusumawardany.

            Penelitian yang memiliki nama Endofitku ini memanfatkan bakteri yang terdapat pada tanaman paku. Tumbuhan paku sendiri merupakan tumbuhan berpembuluh yang tidak berbiji dan berkembang biak dengan spora. Tumbuhan ini juga dikenal dengan kemampuan adaptasinya untuk tumbuh di berbagai macam lingkungan. Bakteri endofit yang terdapat pada jaringan paku bersifat netral dan sangat membantu dalam proses pertumbuhan tanaman, karena beberapa bakteri dapat menghasilkan hormon tumbuh, menangkap nitrogen serta meningkatkan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

            Riset yang dilakukan di Fakultas Pertanian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri yang terdapat pada tumbuhan paku. Setelah itu dilakukan beberapa pengujian guna mengetahui sifat dari bakteri tersebut, termasuk menguji ketahan padi IPB 3S yang digunakan sebagai bahan uji terhadap serangan cendawan Rizoctonia solani yang menyebabkan penyakit hawar seludang.

            Cendawan Rizoctonia solani merupakan penyakit yang menyerang berbagai macam tanaman pertanian, salah satunya padi dan jagung. Pada tanaman padi yang terkena penyakit ini akan menyebabkan terjadinya pembusukan pada pangkal batang dan juga pelepah. Proses pembusukan ini tidak hanya menyebar baik pada satu tumbuhan, tapi dapat menyebar pada tanaman lainnya dan dapat menurunkan kualitas serta kuantitas dari hasil produksi.

            Pemilihan bakteri endofit sebagai salah satu upaya dalam menangani penyakit hawar seludang, karena merupakan insektisida alami. “Kami menggunakan potensi bakteri yang terdapat pada paku mengetahui bahwa penggunaan insektisida kimia kini memiliki harga yang cukup tinggi disamping efek samping yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan petani dan juga lingkungan,” ujar Prayogo yang merupakan ketua kelompok PKM. (GG/ris)

 

CP Prayogo Probo Asmoro/Hp 085648805858

Download PDF : Mahasiswa IPB Manfaatkan Tanaman Paku Sebagai Pengendali Penyakit Hawar Seludang