Mahasiswa IPB Latih Istri Nelayan Olah Limbah Alat Tangkap

            Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan jumlah pulau yang dimilikinya. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (2015) negara Indonesia sendiri memiliki jumlah pulau yaitu 17.504 pulau dimana sebanyak 2.408 pulau terdapat di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu pula Indonesia dianugrahi luas perairan yang cukup luas, sehingga tidak mengherankan bahwa mayoritas mata pencaharian masyarakat Indonesia berhuubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti petani, nelayan, peternak dan lain sebagainya.

Nelayan-nelayan yang bekerja di Desa ini umumnya masih menggunakan metode penangkapan ikan secara tradisional, dimana menggunakan kapal kecil dalam kegiatannya. Hingga saat ini alat-alat tangkap ikan yang digunakan oleh para nelayan hanya ditumpuk saja atau dibakar.

Sekelompok mahasiswa yang berasal dari Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melihat peluang tersebut dan berinisiatif untuk membuat sebuah program pelatihan yang berhubungan dengan limbah alat tangkap tersebut. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Masyarakat (PKM-M) 2017, sekelompok mahasiswa ini membuat program pelatihan yang diberi nama KELAP yang merupakan akronim dari Kreasi Limbah Alat Tangkap.

Program yang dilaksanakan di Desa Cikahuripan ini dilaksanakan setiap seminggu sekali, dimana sekelompok mahasiswa IPB datang kesana untuk melatih kreativitas para istri nelayan yang memiliki waktu luang untuk menghasilkan produk dari limbah alat tangkap. Berbagai macam  jenis kreasi limbah alat tangkap diberikan guna meningkatkan nilai tambah dari limbah. Aksesoris seperti tas kecil, gantungan kunci, tempat tisu merupakan beberapa kreasi yang diberikan selama kegiatan.

Hasil dari kegiatan tersebut tidak hanya dipasarkan oleh para istri nelayan sebagai salah satu oleh-oleh khas sana, tetapi juga akan dipasarkan melalui sosial media seperti instragam yang akan akan diberikan pelatihannya selama program. Selain itu pula produk-produk akan dititipkan di toko oleh oleh-oleh sekitar daerah wisata Pantai Karanghawu”, ujar Safira, Ketua Tim.

            Bersama Safira Armawanti, Ahmad Romdon, Nurul Faizatil Jannah, Risah Palevi dan Mimah Cholifah ini berharap dengan adanya program KELAP ini selain dapat mningkatkan tingkat taraf hidup masyarakat nelayan Desa Cikahuripan dengan memanfaatkan limbah jaring, tetapi kelompok yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama ini dapat mengamalkan ilmunya selama kegiatan. Sehingga dapat menjadi desa contoh bagi desa lainnya. (GG/Zul) 

      

CP Safira Armawati/ Hp 085229584986

Download PDF : Mahasiswa IPB Latih Istri Nelayan Olah Limbah Alat Tangkap