Masuk FKH IPB dengan “Ular Tangga”, Harumkan IPB di PIMNAS dengan Neuron Dance Pad

Penuh kesungguhan. Itulah yang terpancar dari kalimat demi kalimat yang dilontarkan Hanifah Arief Muqaddam, Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB). Perjuangannya mencapai Fakultas Kedokteran Hewan IPB cukup menarik untuk dikisahkan. Bagaimana tidak. Perjuangannya masuk IPB bak ulartangga. Mahasiswa yang akrab disapa Hanif itu berani memilih untuk keluar dari Departemen Farmasi Universitas Jenderal Soedirman yang sudah ia tempuh. Demi cita-citanya menjadi dokter hewan, ia berani tanggalkan studinya yang telah menginjak semester IV di kampus Purwokerto itu. Dan, yakin memilih Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan IPB telah menjadi impian Hanif saat ia mulai menginjak tingkat dua kuliah Farmasi. Melihat sang kakak yang telah lebih dahulu menjadi dokter. Ia pun tertarik untuk menempuh studi kedokteran hewan. “Saya putuskan, 2010 keluar dari studi Farmasi yang sudah menginjak semester IV. Mengulang dari nol.  Menjadi mahasiswa baru. Awalnya sempat merasa tidak yakin bahwa saya bisa menjalaninya. Namun,  Alhamdulillah, sekarang sedang bersiap memasuki  jenjang koas di FKH IPB ini,” tutur mahasiswa yang menyalurkan hobi menulisnya di lingkarcerita.wordpress.com. “Institut Pertanian Bogor dan nama besarnya memang sudah tak bisa dielakkan lagi. Belum lagi soal fakultas-fakultas unggulannya. Fakultas Kedokteran Hewan merupakan salahsatu dari sembilan fakultas yang ada di Institut Pertanian Bogor, bahkan fakultas tertua di kampus tersebut, Saya pun yakin memilih FKH IPB,” ujar mahasiswa kelahiran Tasikmalaya 24 tahun lalu itu. Sederet prestasi telah ditorehkan mahasiswa yang hobi berjualan sejak duduk di bangku sekolah dasar ini. Finalis LKTI FKIK Farmasi Unsoed 2011 dan 2013. Duta Pendidikan TPB IPB BEM KM IPB 2011. Juara 1 lomba cerita pendek FKIK Farmasi Unsoed 2009. Ia juga aktif sebagai pemakalah seminar ilmiah (Oral Presentation) Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTI-Nas) Farmasi Unsoed, Januari 2013, dengan judul “Penanggulangan Zoonosis dan Sistem Kolaborasi Interprofesionalisme sebagai Perwujudan Konsep One Health System” dan “Potensi Gel Ekstrak Biji Lengkeng (dimocarpus longan) sebagai Antioksidan Alami Kulit dan Alternatif Pencegahan Infeksi Luka Penderita Diabetes Mellitus”. Menjadi pembicara di Seminar Mahasiswa Kreatif Diploma, moderator Stadium General Peternakan sempat dilakoninya. Terakhir, bersama dua rekannya dari FKH, ia berhasil meraih Emas Presentasi PKM-K  pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) XXVII tanggal 25 s.d 28 Agustus 2014 di Universitas Diponegoro Semarang dengan judul Neuron : Dance Pad Simulator sebagai Alat Olahraga Alternatif Pengasah Kecerdasan Otak Kanan dan Pembakar Kalori Tubuh Penderita Obesitas.

Neuron Dance Pad dijual bebas dengan harga Rp450 ribu per unit single pad. Sedangkan satu unit double pad dibanderol Rp600 ribu. Hanifah mengklaim, produk mereka itu sudah terjual sekitar 20-40 unit, dengan omset mencapai Rp20juta per bulannya. Bahkan, penjualannya juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia dan mancanegara. Adapun konsumen mancanegara berasal dari Georgia, Florida (Amerika Serikat), Beijing (Tiongkok), Adelaide dan Melbourne (Australia). Rasa ingin tahu yang besar itulah yang mendorongnya menjadi pribadi fully passionate. “Banyak teman-teman saya yang menjuluki saya “oportunis” dalam hal positif tentunya. Maksudnya, teman-teman saya tidak menyangka kalau saya bisa kepikiran mengambil peluang yang tidak terpikir oleh orang lain,” tambahnya. Menurutnya, banyak pelajaran berharga dan menarik yang didapatkan dari kuliah di IPB. “Selain unggulan akademis, kampus ini memberikan saya bekal softskill yang baik,” tutur Hanif. “Tak hanya sebagai ahli atau dokter hewan semata, Fakultas ini mendidik lulusannya untuk terjun pada profesi-profesi baru yaitu wirausaha atau pembisnis di bidang peternakan,” ujar Hanif yang nampak bersyukur menuntut ilmu di FKH IPB. “IPB memang kampus fleksibel banget, saya merasakannya sendiri.,” pungkasnya sumringah.
Download PDF : Masuk FKH IPB dengan “Ular Tangga”, Harumkan IPB di PIMNAS dengan Neuron Dance Pad