Mahasiswa IPB Hilangkan Limbah Minyak Bumi dengan Akar Wangi

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) temukan manfaat akar wangi tanaman Vetiveria zizaniodes. Akar wangi tanaman yang biasa ditemukan di pinggir jalan ini ternyata memiliki kemampuan fitoremediasi/proses penghilangan kontaminan pada tanah dengan memanfaatkan tanaman untuk menghilangkan pestisida, logam berat, serta limbah minyak bumi, baik yang terdapat pada air maupun tanah. Pecemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah minyak bumi membutuhkan perhatian khusus karena dapat merusak tanah, senyawa hidrokarbonnya yang beracun, serta dapat menghancurkan makhluk hidup yang ada di sekitar daerah yang tercemar tersebut.

Belum lagi di perairan, dampak pencemaran minyak bumi ini cukup berbahaya karena penyebarannya berlangsung cepat. Akibatnya beberapa komponen minyak yang tidak dapat larut dalam air akan mengapung dan menghalangi pertukaran gas di atmosfer serta mengurangi difusi oksigen di air. Tentu ini akan berdampak buruk karena dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di perairan.

Inilah yang mendasari Ani Munawaroh, mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB untuk melakukan penelitian yang berjudul “Fitoremediasi Limbah Minyak Bumi dalam Air Menggunakan Tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) dengan Sistem Floating Wetland”.

Mengapa V.zizanioides? ternyata, tanaman Vetiveria zizanioides ini termasuk tanaman yang memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap minyak bumi dibandingkan tanaman air. Selain itu Vetiveria yang tumbuh liar ini juga memiliki kemampuan adaptasi ekologi yang kuat dan produktivitas biomassa yang besar, mudah dalam pemeliharaan, dan dapat tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan yang tercemar.

Sistem floating wetland (FW) biasa disebut sistem lahan basah mengapung. Cara kerja sistem ini adalah ekosistem lahan basah buatan yang dibuat dengan menggunakan rakit apung yang mendukung tanaman tumbuh pada media hidroponik. Sistem ini memerlukan seperangkat alat apung buatan untuk mendukung tempat tumbuhnya tanaman. Di sinilah penggunaan tanaman akar wangi dapat dijadikan sebagai agen fitoremediasi untuk mengurangi kandungan minyak bumi di air.

Nantinya minyak bumi yang tereduksi oleh tanaman ini akan dimanfaatkan sebagai nutrisi untuk pertumbuhan tanaman, sehingga terlihat peningkatan pertumbuhan tanaman dan juga kandungan minyak bumi di air menurun.

Berdasarkan hasil penelitian Ani, selama periode pengamatan berlangsung kandungan minyak bumi di air mengalami penurunan yang sangat signifikan dan bekerja optimal pada minggu pertama karena tumbuhan ini beradaptasi sangat baik pada lingkungan yang baru untuk bisa menyerap minyak bumi. Hal ini disebabkan tumbuhan Vetiveria zizoniodes menganggap adanya minyak bumi menjadi stres lingkungan yang harus diselesaikan.

Ani berharap ke depannya penelitian ini dapat membuka pemahaman masyarakat tentang potensi tumbuhan liar Vetiveria zizanioides dalam mereduksi minyak bumi di air. Selain itu, penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman pengolah limbah yang murah, efektif, dan efisien dalam kegiatan industri.(SM)

 

Download PDF : Mahasiswa IPB Hilangkan Limbah Minyak Bumi dengan Akar Wangi