Guru Besar IPB : Mahoni Bisa Sembuhkan Diabetes pada Kucing

Kasus penyakit Diabetes Melitus (DM) juga dilaporkan terjadi pada hewan kesayangan (pet animals) terutama anjing dan kucing. Kejadian DM pada hewan disebabkan faktor kegemukan, genetik, serta pengaruh obat yang menyebabkan inflamasi pankreas. Secara genetik DM muncul pada anjing betina dan kucing jantan. Beberapa obat seperti glukokortikoid dapat mengganggu kerja insulin dan menyebabkan terjadinya diabetes.

“Beberapa hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penderita penyakit degeneratif berada dalam kondisi stres oksidatif. Antioksidan merupakan penangkal radikal bebas. Antioksidan eksogen yang bersumber dari bahan alam dapat menanggulangi beberapa penyakit degeneratif dan meningkatkan status antioksidan tubuh serta menghambat laju kerusakan sel, jaringan dan organ tubuh,” ujar Prof. drh. Tutik Wresdiyati, PhD., PAVet, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam jumpa pers pra Orasi Ilmiah di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (6/4).

Menurutnya, ada beberapa bahan alam sumber antioksidan yang dapat digunakan, yakni jahe emprit, buah pare, rumput laut, teripang laut, bawang dayak, klorofil daun singkong, daun cengkeh, virgin coconut oil, biji mahoni juga probiotik, isoflavon, Zn, vitamin E dan tempe.

Untuk menanggulangi diabetes pada kucing, Prof. Tutik berhasil mengembangkan pakan kucing berbasis ekstrak biji mahoni yang terbukti dapat mencegah obesitas dan diabetes pada kucing. Inovasi pakan dari biji mahoni ini kaya antioksidan-flavonoid serta komponen fitokimia serta alkaloid, steroid, saponin, triterpenoid dan hidroquinon.

“Produk ini kami beri nama “Mohabes” dan telah mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 108 inovasi terpilih Indonesia 2016 dari Business Innovation Center dan telah siap untuk dikembangkan dengan mitra produsen pakan kucing,” terangnya (zul).

Download PDF : Guru Besar IPB : Mahoni Bisa Sembuhkan Diabetes pada Kucing