Guru Besar IPB : Uang Kertas, Tanda Akhir Zaman

Berdasarkan hasil pemikiran dan perenungan (kontemplasi) yang didasarkan pada tanggung jawab dan pengalaman mengasuh sejumlah mata kuliah yang terkait langsung dengan uang, Prof.Dr.Ir. Sukardi, MM memaparkan Point System dalam uang kertas di materi orasi ilmiahnya. Menurutnya, ada satu perbedaan yang sangat jelas antara uang zaman dulu dengan uang kertas.

“Uang yang terbuat dari emas dan perak nilainya terletak pada bobot dan kadar bahannya. Sedangkan uang kertas ditentukan oleh angka yang tercetak di atasnya (face value). Penggantian bahan uang itu dimungkinkan oleh adanya rekayasa point system melalui proses mind control yang telah mengubah persepsi dan mentransfer nilai bawaan (intrinsic value) dari uang asli (real money) kepada uang kertas (fiat currency),” ujar Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Proses mind control ini membutuhkan waktu hingga ratusan tahun. Angka dalam uang kertas memiliki kaitan sejarah dengan uang emas dan perak. Uang kertas itu dahulunya adalah sertifikat kepemilikan yang menerangkan bahwa pemegang sertifikat adalah pemilik sekian keping uang emas atau perak.

“Penggantian ini terjadi saat perang di Amerika. Apabila pergantian tidak terjadi, maka konsep time value of money tidak akan terealisasi. Emas atau perak satu gram zaman Mesir kuno sama dengan zaman Romawi, zaman Abraham Lincoln dan sama juga dengan zaman sekarang. Ini berbeda dengan uang kertas. Alasannya sederhana, uang kertas itu sesungguhnya bukanlah uang, dia adalah perwakilan uang yang hanya akan bernilai dengan undang-undang,” terangnya.

Penggantian uang emas dan perak dengan uang kertas ini membawa implikasi terjadinya perubahan yang memunculkan tanda akhir zaman. Dahulu, ketika terjadi transaksi dalam suatu bisnis, maka transaksi itu selesai karena masing-masing pihak telah menerima asset yang setara. Tetapi dengan penggantian ke uang kertas, kini transaksi tersebut berubah.

Guru Besar Bidang Bisnis dan Aplikasi Industri ini telah melakukan sejumlah riset, diantaranya kajian investasi dan pembiayaan agroindutri pada tahun 2015 dan kajian pendirian pabrik gula mini (PGM) di Jawa Tengah pada tahun 2012. (zul) 

 

Download PDF : Guru Besar IPB : Uang Kertas, Tanda Akhir Zaman