Guru Besar IPB : Swasembada Beras Bukan Solusi Ketahanan Pangan

Mengejar swasembada beras bukan lagi cara yag tepat untuk membangun ketahanan pangan berkelanjutan di negeri ini. Produksi beras nasional tidak mungkin terus-menerus ditingkatkan untuk mengejar permintaannya yang terus meningkat. Demikian dikatakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Manuntun Parulian Hutagaol dalam Orasi Ilmiah, belum lama ini, di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Dikatakannya, pengembangan kapasitas produksi beras nasional terhambat oleh langkanya pasokan sumberdaya lahan dan air. Selain itu, aktivitas perburuan rente ekonomi yang semakin merugikan perekonomian nasional juga membuat petani kehilangan semangat untuk meningkatkan produksi padinya.

“Kerja keras mereka habis digerus oleh tipudaya dari para pemburu rente ekonomi. Sudah tiba saatnya untuk berubah. Program swasembada pangan diganti dengan diversifikasi pangan. Indonesia memiliki 100 juta hektar lahan marjinal yang potensial untuk dikembangkan menjadi pertanian tanaman pangan sekunder,” paparnya.

Bila digarap dengan benar, terangnya, diversifikasi pangan akan berhasil bila orientasi produksi pangan diubah dari eksklusif pasar domestik menjadi inklusif pasar ekspor dan pengusaha agribisnis yang bekerjasama secara sinergis dengan petani dijadikan motor penggeraknya. “Dengan strategi baru ini, produksi pangan bukan lagi beban bagi perekonomian Indonesia dan menjadi sumber modal untuk menggerakkan pembangunan nasional,” tandasnya.(zul)

Download PDF : Guru Besar IPB : Swasembada Beras Bukan Solusi Ketahanan Pangan