Guru Besar IPB : IPB Berhasil Membangun Hutan di Lahan Bekas Tambang Pasir Kuarsa Sukabumi

Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil merevegetasi lahan pasca tambang pasir kuarsa yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat. Pembangunan hutan serbaguna tahap pertama selama tiga tahun (2013-2016) ini mampu membangun hutan secara nyata pada kondisi lahan rusak dengan jumlah pohon yang berhasil tumbuh normal sebanyak 38.943 pohon.

“Ini merupakan tonggak sejarah bahwa IPB mampu membangun hutan di lahan yang telah rusak. Kini hutan tersebut telah memberikan manfaat serbaguna bagi aktivitas pendidikan, penelitian dan lain-lain. Setiap semester ratusan mahasiswa IPB, Unpad dan ITB berkunjung dan meneliti di hutan ini. Artinya lahan bekas tambang dapat dikembalikan fungsinya bahkan dapat dijadikan hutan serbaguna melalui reklamasi dan revegetasi,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB, Prof. Dr. Ir. Juang R. Matangaran, MS  dalam jumpa pers pra Orasi Ilmiah di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (6/4).

Dikatakannya, kawasan bekas tambang mengalami kerusakan lingkungan yang sangat parah dan tidak terpulihkan. Dalam Undang-undang No. 41/1999 tentang Kehutanan pasal 38 ayat 4 dinyatakan bahwa pada kawasan hutan lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pertambangan terbuka. Kenyataannya, saat ini ada banyak penambangan yang dilakukan di dalam kawasan hutan lindung, hutan produksi bahkan hutan konservasi. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada tahun 2011, seluas dua juta hektar kawasan hutan dipinjam pakai oleh perusahaan tambang.

Dampak negatif terhadap lingkungan akibat pertambangan adalah rusaknya ekosistem hutan. Pemerintah mewajibkan perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi lahan, salah satunya dengan revegetasi. Revegetasi lahan tidaklah mudah. Pada areal tambang terbuka umumnya sudah tidak ada lagi topsoil dan subsoil untuk pertumbuhan tanaman. Masalah lainnya adalah terbentuknya air asam tambang. Pada tanah yang asam umumnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati. Persiapan lahan secara manual juga menjadi kendala. Lapisan bebatuan yang tersisa sangat keras dan tanah yang masih tersisa pun kondisinya sudah sangat padat.

“Diperlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan pH tanah, kemudian mengikat unsur toksik dan perlakuan pemberian pupuk untuk mengaktifkan akar. Dengan perlakuan ini, semua tanaman dapat tumbuh dengan baik dengan keberhasilan 100 persen tumbuh,” ujarnya.(zul)

Download PDF : Guru Besar IPB : IPB Berhasil Membangun Hutan di Lahan Bekas Tambang Pasir Kuarsa Sukabumi