Guru Besar IPB Ungkap Pengendalian Penyakit Daun Keriting Kuning pada Cabai

Pada awal tahun 2000, muncul penyakit baru pada tanaman cabai di Jawa yang dikenal dengan nama penyakit daun keriting kuning. Penyakit ini menjadi permasalahan utama bagi petani cabai hingga sekarang. Penyakit daun keriting ini disebabkan oleh Paper yellow leaf curl virus (PYLCV) termasuk anggota Famili Geminiviridae atau biasa dikenal virus Gemini. Penyakit daun keriting ini juga bisa menginfeksi daun tomat yang disebabkan oleh virus Tomato (yellow) leaf curl virus (TYLCV). Pertanyaannya adalah apa bahaya dari virus ini?

Ternyata, jika virus TYLCV ini menginfeksi tanaman tomat maka tanaman tomat tidak akan menghasilkan buah. Kalaupun menghasilkan buah, maka buah yang dihasilkan kualitasnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pasar.

Apa yang terjadi jika virus PYLCV pada cabai dibiarkan? Virus Gemini pada cabai akan menularkan dan menyebarkan penyakit daun keriting kuning cabai akibat adanya aktivitas kutu kebul. Satu ekor kutu kebul mampu menularkan PYLCV pada cabai. Insiden penyakit daun keriting kuning cabai sangat berhubungan dengan meningkatnya populasi kutu kebul B. tabaci di lapangan sejak taun 2000, terutama pada tanaman kedelai, tomat dan cabai.

Demikian disampaikan oleh Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian,  Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Sri Hendrastuti saat menjelaskan isi orasi ilmiah berjudul “Pendekatan Multidisiplin dalam Strategi Pengendalian Penyakit Tumbuhan : Kasus Penyakit Daun Keriting Kuning Cabai di Indonesia”.  Ia telah menempuh studi S-1 di IPB jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, serta S-2 dan S-3 di University of Wisconsin, Madison, USA jurusan fitopatologi dan entomologi.

Aplikasi insektisida merupakan metode yang paling banyak diterapkan oleh petani cabai walaupun cara ini tergolong metode pengendalian yang mahal. Bahan aktif imidacloprid sering  menjadi pilihan petani walaupun efektivitasnya menekan populasi hama sangat rendah. Aplikasi insektisida hanya efektif pada populasi B. tabaci belum terlalu tinggi yaitu umumnya terjadi pada awal pertumbuhan tanaman.

Lalu, bagaimana cara yang efektif? Cara yang efektif untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh virus adalah dengan menanam varietas yang tahan penyakit. Sayangnya hingga saat ini belum ada varietas cabai komersial yang memiliki sifat ketahanan terhadap PYLCV. Upaya lain untuk menekan insidensi penyakit yang disebabkan oleh virus adalah melalui proteksi silang dan pengembangan tanaman tahan melalui rekayasa genetic (tanaman transgenik). Namun, proteksi silang ini sangat sulit diterapkan untuk kasus penyakit daun keriting kuning cabai.

Metode alternatif yang paling efektif adalah dengan pemanfaatan mikroorganisme non patogenik juga menjadi pilihan dalam upaya melindungi tanaman dari infeksi PYLCV. Ternyata, aplikasi bakteri perakaran pemacu pertumbuhan tanaman dapat menekan keparahan dan insidensi penyakit pada tanaman tomat. Sehingga, strategi pengendalian penyakit tidak cukup hanya mengandalkan pada aplikasi insektisida melainkan juga membutuhkan pendekatan penngendalian penyakit secara terpadu.(SM)

Download PDF : Guru Besar IPB Ungkap Pengendalian Penyakit Daun Keriting Kuning pada Cabai