Guru Besar IPB : Air Limbah, Ancaman Krisis Sumberdaya Air dan Lingkungan

Dalam rangka memperingati Hari Air sedunia 22 Maret, tiga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) memaparkan hasil pemikirannya di hadapan insan pers, bertempat di Exlounge Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (20/3).

Temu media ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Budi Indra Setiawan (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan), Prof. Dr. Ir. Hidayat Pawitan (Departemen Geofisika dan Meteorologi) dan Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin (Departemen Arsitektur Lanskap).

Terkait tema Hari Air sedunia tahun ini yakni “Air Limbah”, Prof. Hidayat Pawitan mengatakan kebutuhan air untuk dilusi air limbah yang dihasilkan masyarakat perkotaan sudah menyamai atau bahkan melampaui jumlah yang harus dipasok untuk kebutuhan kosmetik dan industri. Perlu teknologi tepat guna restorasi ekosistem untuk mengatasi masalah yang timbul dari air limbah.

“Untuk proses dilusi limbah (agar lingkungan tetap sehat) ternyata dibutuhkan air dalam jumlah besar, 300 liter air/kg limbah. Jumlah produksi limbah penduduk urban sebesar 0,7 kg/kapita/hari. Sehingga dapat dihitung berapa jumlah air yang diperlukan untuk menjaga lingkungan hidup kita agar tetap sehat. Khususnya untuk kawasan urban dengan kepadatan penduduk tinggi,” ujarnya.

Penduduk Indonesia diduga mencapai 258,7 juta jiwa tahun 2016, setara 3,51% dari total penduduk dunia. Meningkat 3 kali lipat dibanding penduduk Indonesia tahun 1960. Persaingan penggunaan air (selain untuk kebutuhan domestik, industri dan pertanian juga untuk energi, ekonomi, sosial dan budaya) mengancam ketahanan air seseorang atau sekelompok orang di suatu kawasan. 

Prof. Hidayat menawarkan konsep ekohidrologi dengan ekoteknologi yang dikembangkan berdasarkan hitungan hubungan timbal balik sistem hidrologi dan keterpaduan ekologi dari ekosistem sehingga mampu meningkatkan jasa lingkungan hidup ekosistem.

“Upaya kampanye ekoteknologi perlu digalakkan dengan melibatkan masyarakat luas melalui pendidikan dan pelatihan. Kita juga bisa membangun model seperti water museum yang menunjukkan good practices yang ada dengan berbagai ekoteknologi yang dapat diadopsi masyarakat,” terangnya.(zul)

Download PDF : Guru Besar IPB : Air Limbah, Ancaman Krisis Sumberdaya Air dan Lingkungan