Lulusan IPB Geluti Usaha Lele Kabut Asap

Ada hikmah di balik musibah. Demikian pula lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), Barkah Tri Basuki. Terinspirasi dengan bencana kabut asap yang setiap tahun terjadi di Riau, Barkah pun menamakan usaha lele asapnya dengan Lele Kabut Asap.

 

Saya menggeluti usaha Lele Kabut Asap sebagai bentuk kontribusi saya dalam mengatasi fluktuasi harga serta supply ikan lele di pasaran. Melalui pengasapan akan menjadi solusi bagi ketersediaan ikan lele yang kontinu serta dapat memberikan nilai tambah, karena pemasaran hasil produksi ikan lele tidak bergantung lagi kepada tengkulak," kata Barkah.

 

Alasan lain lanjut Barkah, lele merupakan protein hewani yang paling mudah didapat dan salah satu ikan paling populer serta digemari masyarakat. "Dengan Lele Kabut Asap, maka diversifikasi olahan lele hanya merubah rasa, warna, dan aroma, tidak mengubah bentuk. Hanya kering saja. Juga tidak mengubah kandungan gizi yang terkandung di dalamnya," ungkap pria yang pernah bekerja di perkebunan kelapa sawit milik konsorsium IPB, Pemda Kab Siak, dan PTPN V ini.

 

Untuk menjaga pasokan bahan baku lele,  Barkah mendapatkan dari petani-petani kecil dan kemudian menyuplainya ke salah satu usaha kecil menengah (UKM) pengasapan lele dan patin. "Dalam hal ini saya hanya memasarkan produk akhirnya saja dan ikut membantu dalam menjamin supply chain produksi," ujar alumnus Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB ini.

 

Barkah bersama beberapa alumni IPB di Pekanbaru  merintis program Cluster Lele. Dimulai dari usaha pembenihan lele sangkuriang, pemasaran benih juga satu paket dengan pakan, pendampingan serta dengan konseling hingga ke pemasaran hasil, termasuk penjualan ke UKM pengasapan.

 

Barkah dan Cluster Lele bercita-cita menembus pasar seluruh Indonesia dan pasar luar negeri atau ekspor. Menurutnya, yang menjadi titik kritisnya saat ini adalah ketersediaan pasokan lele segar.  Ia mencontohkan, untuk menghasilkan 250 kilogram Lele Kabut Asap dibutuhkan satu ton lele segar. Artinya apabila ingin menembus pasar sebanyak sepuluh ton Lele Kabut Asap, maka dibutuhkan sedikitnya 40 ton lele segar, 40 ton pakan, dan 500 ribu benih lele. ”Tentunya pula akan menyerap banyak tenaga kerja. Inilah yang menjadi cita-cita utama berdirinya Cluster Lele," tandasnya. (Ris)

Kontak:

Email Barkah Tri Basuki: farakkhan_basuki@yah­oo.com

 

Download PDF : Lulusan IPB Geluti Usaha Lele Kabut Asap