Menikmati Pekerjaan sebagai Pustakawan

Setiap tahunnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti-Kemendikbud) RI menggelar pemilihan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk level pendidikan tinggi berprestasi tingkat nasional. Terdapat enam kategori dalam pemilihan ini yaitu: dosen, ketua program studi (kaprodi), pustakawan, tenaga administrasi akademik, tenaga pengelola keuangan dan laboran. Seluruh perguruan tinggi melakukan persiapan pemilihan ini termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB). Setiap tahun, IPB melakukan pemilihan tenaga pendidik dan tenaga pendidik berprestasi tingkat IPB sebagai tahapan penyeleksian untuk tingkat nasional. Lindawati, Amd, Staf Perpustakaan IPB dinobatkan sebagai Juara I Pustakawan Berprestasi tingkat IPB tahun 2012. Lindawati adalah lulusan Jurusan Teknik Perpustakaan dan Informasi, Program Diploma IPB. Aktivitas sebagai pustakawan telah dijalaninya di UPT Perpustakaan IPB. Pada periode 2004-2005 , ia bekerja di Bagian Pelayanan Self Access Center. Pada 2005-2008 ia fokus bekerja di Bagian Layanan Digital dan kini menangani di Bagian Pengadaan Bahan Perpustakaan. Terkait prestasi yang diraihnya, ibu dua anak ini menyatakan, “Persyaratan untuk mengikuti seleksi sudah saya penuhi diantaranya memiliki produk atau karya. Produk saya ambil dari pekerjaan sehari-hari seperti arsip penerimaan skripsi, tesis, dan disertasi, mengelola file pdf-nya sampai output yang dihasilkan berupa cetakan bibliografi”.

Kegiatan sehari-hari perempuan kelahiran 3 Juni 1982 ini adalah sebagai koordinator penerimaan skripsi, tesis dan disertasi, mengelola file pdf, seleksi buku di perpustakaan dalam pengadaan IPB. “Setelah diterima akan diolah ke pdf, dibuat bibliografi untuk dibagikan ke perpustakaan di departemen serta fakultas. Sepanjang tahun 2012 kemarin kita menerima sekitar 2.800 skripsi, 700 tesis dan 600 disertasi. Sebagai seorang pustakawan sekaligus ibu rumah tangga, Lindawati sebisa mungkin membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Meskipun berat, Lindawati, selalu berusaha menikmatinya baik ketika sedang sibuk maupun santai. “Saya termasuk orang yang berusaha untuk menikmati hidup. Kalau sedang sibuk di kantor, saya berusaha menikmati. Begitu juga ketika sedang santai. Sejauh ini Alhamdulillah, seberat apapun tugas yang saya emban, semua bisa terlewati. Kita akan lebih ikhlas menjalaninya ketika kita menikmati pekerjaan,” kata Lindawati. Lindawati berharap di perpustakaan IPB ke depannya terjadi percepatan regenerasi karena banyak pegawai yang akan pensiun. Sementara pelatihan sebagai pustakawan dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Harapan saya pelayanan perpustakaan lebih ditingkatkan. Saya juga masih harus terus belajar. Mudah-mudahan kami bisa meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di pustakawan IPB,” ujar Lindawati. (RF)

Download PDF : Menikmati Pekerjaan sebagai Pustakawan