Mendesain Web Interaktif, Maya Safitri Tingkatkan Kinerja Akademik

Dengan membuat desain web interaktif Program Alih Jenis Agribisnis, Institut Pertanian Bogor (IPB), Maya Safitri, S.Kom, MM berhasil mewakili IPB dalam ajang Lomba Akademisi Berprestasi Tingkat Nasional bidang administrasi akademik. “Karya kreatif ini awalnya tercipta untuk membantu dan meringankan pekerjaan saya sebagai tenaga kependidikan bagian administrasi akademik, kemudian setelah diaplikasikan ternyata dapat membantu dan meningkatkan kinerja Program Alih Jenis Agribisnis IPB,” ungkapnya.

 Perempuan kelahiran Langsa, Aceh ini tidak menyangka inovasi yang dibuatnya terbilang baru di lingkungan IPB, karena tujuannya untuk meningkatkan pelayanan administrasi akademik bagi mahasiswa, dosen, alumni dan juga masyarakat. “Saya hanya mencoba mendesain sebuah web Program Alih Jenis Agribisnis IPB dan menjadikannya sebagai sumber informasi, sekaligus melayani kegiatan administrasi akademik bagi mahasiswa,” lanjut alumnus Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB ini.

Suasana kerja yang sangat menyenangkan, penuh keakraban dan kekeluargaan diakui alumnus Manajemen dan Bisnis, Sekolah Pascasarjana IPB ini memotivasi dirinya untuk memberikan yang terbaik. Hal ini juga sering ia terapkan saat melayani mahasiswa bermasalah.

Menurutnya, tak dipungkiri disetiap program studi pasti ada mahasiswa bermasalah, begitu pula yang terjadi di Program Alih Jenis Agribisnis IPB. Permasalahan mahasiswa alih jenis lebih kompleks dari mahasiswa S1 reguler, karena mereka mayoritas sudah atau sedang bekerja dan menikah. Permasalahan yang sering dihadapi diantaranya: nilai bermasalah, persoalan keluarga, terlalu sibuk bekerja, bahkan ada yang menghilang tidak ada kabar beritanya.

“Jika masalahnya karena nilai,mahasiswa bersangkutan dipanggil secara pribadi, kemudian diajak ngobrol dari hati ke hati, sehingga bisa diketahui akar permasalahannya dan kita bantu selesaikan. Kalau masalahnya kemampuan akademik yang kurang, perlakuannya lebih ke arah intensitas belajar dan juga metode belajarnya. Mahasiswa yang bersangkutan disarankan merubah pola belajarnya. Jika sebelumnya belajarnya lebih sering belajar sendiri di rumah, maka selanjutnya lebih ditingkatkan belajar kelompoknya. Saya juga minta bantuan teman-temannya untuk membantu. Jika mahasiswanya bermasalah karena tidak dapat membagi waktu antara bekerja dengan kuliah, maka mahasiswanya diminta untuk menentukan prioritas antara bekerja dan kuliah. Jika mahasiswanya lebih memilih bekerja, maka mahasiswanya disarankan untuk mengambil cuti kuliah,” paparnya.

Permasalahan yang sering dihadapi Maya adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi menghilang, tidak ada kabar beritanya. Dihubungi tidak bisa, karena sudah berganti nomor handphone (HP). Untuk menyelesaikannya, kami akan menghubungi teman-teman terdekatnya untuk mencari informasi nomor telpon terbaru. “Kadang juga melalui email atau facebook (FB) mahasiswa yang bersangkutan untuk menanyakan kabar dan kelanjutan studinya,” tandas perempuan yang mempunyai motto ‘Bekerjalah Sungguh-Sungguh’ tersebut.(ris)

Download PDF : Mendesain Web Interaktif, Maya Safitri Tingkatkan Kinerja Akademik