Ratnaningsih, Sosok Pustakawan Teladan

Bu Ratna adalah pustawakan yang ulet dan gigih.  Demikian kata Kepala Pusat Standardisasi dan Dokumentasi, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc saat memberi testimoniterhadap sosok Ratnaningsih,S.Sos, MP.

“Saya mengenal beliau sejak masih junior. Perjuangannya luar biasa bahkan sampai mencapai pendidikan tingkat Magister Teknologi Informasi untuk Perpustakaan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Bu Ratna pernah membantu saya dalam menyiapkan perpustakaan digital selama lima tahun dan dedikasinya luar biasa. Dalam bidang keprofesian Bu Ratna sering terlibat dalam kegiatan Ikatan Pustakawan Indonesia. Saya sangat yakin sosoknya bisa menjadi teladan bagi pustawakan-pustawakan lain,” tutur  Saleh, M.Sc.

Hal senada juga disampaikan teman sejawat Ratnaningsih, Kepala Sub Bagian Pengelolaan Bahan Perpustakaan IPB, Deden Himawan, S.Sos, M.I.Kom, “Ibu Ratnaningsih, rekan kerja yang bertanggungjawab dalam bekerja, jujur, pintar, pekerja keras, dan teguh dalam pendirian. Beliau aktif berkontribusi menjadi narasumber di bidang kepustakawanan baik di dalam maupun luar IPB. Semakin salut ketika beliau rela melepas jabatan strukturalnya demi jabatan fungsional pustawakan”.
Testimoni bernada pujian itu nampaknya tidak berlebihan, mengingat pada tahun 2015 ini Ratnaningsih terpilih mewakili IPB dalam Lomba Akademisi Berprestasi bidang Pustakawan tahun 2015.

Hal ini membuktikan bahwa Ratna sangat layak dan mampu menjadi teladan bagi pustakawan lainnya.  Pada tahun 2014, perempuan kelahiran Bogor, 25 Oktober 1965 itu membuat karya berupa ‘Kemasan Informasi Sepuluh Komoditas Unggulan Pertanian Indonesia: Bibliografi Khusus Bersumber dari Skripsi, Tesis dan Disertasi IPB’. Karyanya ini memudahkan para sivitas maupun stakeholder khususnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang ingin mencari referensi dan menelusuri penelitian IPB terkait sepuluh komoditas unggulan. Kesepuluh komoditas unggulan tersebut adalah mangga, manggis, salak, tanaman biofarmaka, tanaman hias, kopi, kakao, kelapa, karet dan kelapa sawit. Karya ini juga yang diunggulkannya dalam lomba tersebut.

“Karya ini adalah ide saya ketika melihat banyak sekali hasil penelitian sivitas IPB yang belum terdiseminasikan ke masyarakat.Saya kemudian memetakan dan mengelompokkan hasil penelitian tersebut berdasarkan nama-nama komoditas ungggulan pertanian yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian RI dan masuk dalam program MP3I atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia,” jelas pemilik hobi cooking, jogging dan recreation ini.

Dalam bibliografi tersebut,  selain bisa menelusuri tema penelitian berdasarkan sepuluh komoditas unggulan, pembaca juga bisa menelusuri menurut peneliti dan dosen pembimbingnya, bahkan bisa menelusuri penelitian mulai dari pra, budidaya, produksi dan pascapanen sepuluh komoditas tersebut sejak awal IPB berdiri hingga sekarang. (ris)

Download PDF : Ratnaningsih, Sosok Pustakawan Teladan